Pergeseran Nilai Demokrasi di Masyarakat
Proses Demokrasi yang saat ini berlangsung banyak sekali membuahkan pelajaran yang sangat berarti dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hal ini terungkap pada saat Acara RT-RW tanggal 28 April 2008, yang mengangkat topik Pemilihan umum secara langsung dan tidak langsung. Banyak yang di ungkapkan oleh masyarakat saat di tanya pendapatnya tentang pemilihan langsung dan tak langsung. Seperti halnya yang di ungkapkan oleh Asep warga Lewung kaleng desa Katapang yang menyebutkan bahwa masayarakat sekarang lebih mengharapkan adanya peningkatan kesejahteraan artinya kemajuan dalam bidang demokrasi harus berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraannya, tapi berbeda dengan yang di alami sekarang yang terjadi justru sebaliknya. “Pemerintah perlu mengkaji kembali terhadap sistem pemilihan secara langsung apa yang salah, kenapa harga-harga semakin mahal, konflik horizontal banyak terjadi, ada gedung KPU yang di bakar, gedung DPR yang porak poranda di amuk masya dan banyak lagi yang bisa kita lihat di berbagi media, perlu di kaji lagi karena hal ini bukan tanpa biaya, ini semua membutuhkan biaya yang sangat mahal dan semuanya yang di pakai adalah uang rakyat” tuturnya.
Lain halnya dengan pendapat Ajat Sudrajat dari desa Panguban yang menjelaskan bahwa Pemilihan secara langsung itu cukup bagus, hanya perlu di pilah mana yang bisa dilaksankan secara langsung mana yang tidak bisa di laksanakan secara langsung, karena dalam hal ini pemilihan secara langsung pun tidak selamanya baik contonya mislanya di legislatif yang mendominasi adalah partai A, sedangkan di exsekutif yang terpilih dari partai B, hal ini jelas kalau tidak sinergis akan menimbukan permasalahan baru. Dalam Pemilihan secara langsung mungkin hak rakyat akan secara langsung tersalurkan, tapi ini perlu pembelajaran dalam prosesnya.
Sementara H Tubagus Radiyata yang akrab di panggil dengan panggilan H Didit salah satu anggota DPRD Kab. Bandung anggota komisi B saat di tanya pendapatnya oleh PASS FM beliau menyebutkan bahwa telah terjadi pergeseran nilai demokrasi di masyarakat kearah pragmatis. masarakat kita masih banyak yang tergiur dengan hadiah atau janji-janji politik, dimana suara masih bisa di beli, sehingga keobyektipan nilai demokaratis tersebut jelas di ragukan. “saya himbau masyarakat bisa menggunakan hal pilihnya dengan menggunakan hati nurani, jangan merasa terpaksa karena pemilihan pemingpin secara langsung ini merupakan suatu kemajuan demokrasi” tuturnya.
Pemilihan langsung dan tak langsung di tengah masyarakat masih menyisakan pro dan kontra. Sperti halnya di atas masih banyak pendapat yang secara langsung dan tidak langsung di sampaikan ke PASS FM, dan semua keputusan ada di tangan kita semua. Mudah mudahan pemerintah bisa bertindak dengan yang terbaik. amiiin
| Nama File | Jenis/Ukuran[KB] | Download | |
|---|---|---|---|
| Pergeseran Nilai Demokrasi di Masyarakat | [0] | ||
kontributor: [Radkom Pass]
SMS 08180-438-9000
siar pesan anda

