Dibutuhkan kerjasama yang baik untuk mengembalikan anak ke situasi normal
Anak trauma akibat bencana alam Gempa Bumi ternyata belum sepenuhnya hilang dari ingatan anak-anak hal ini terlihat saat anak-anak diajak mengambar atau menulis banyak menulis atau mengambar tentang peristiwa gempa.
Fathuddin Moctar Koordinator Advokasi Samin mengatakan saat ditanya Suara Malioboro di kantor Samin Jalan Sidikan
"dari 15 anak di dusun Sriharjo Imogiri ketiika mereka disuruh menulis sebanyak 12 anak menulis peristiwa gempa,padahal kegiatan ini kita adakan untik membangun suasana senang dikalangan anak sementara 3 anak menulis bebas yang tidak terkait dengan gempa ini membuktikan bahwa mereka belum lepas dari peristiwa tersebut"
Dalam mengatasi permasalah tersebut Yayasan Samin melakukan kegiatan emergensi berupa donor darah ,trauma healing melalui pendidikan alternative dan konseling anak serta membangun Balai Anak Merdeka.
Dikatakan oleh Fathuddin tujuan dari balai itu sendiri dinilai sangat perlu karena situasi kritis anak kurang diperhatikan oleh orang tuanya terutama pada siang hari namun tidak mencabut mereka dari komunitas
"Untuk membangun Balai tersebut Samin melibatkan anak-anak,begitu pula dalam penyusunan jadwal kegiatan serta pemilihan tempat dan disain interior untuk menggali potensi anak dan selain membuat Balai anak kita juga membangun MCK,Dapur untuk anak supaya mereka berpusat disatu tempat supaya tidak menganggu masyarakat yang sedang membersihkan puing-puing juga pemenuhan gizi anak"
MM.Foura Yusito Direktur Eksekutif Humana saat ditanya Radio Suara Malioboro di kantor Humana Jl Monjali Yogyakarta mengatakan
"mengembalikan anak dalam kondisi normal setelah pasca gempa bumi dibutuhkan kerjasama kesemua pihak yang baik dengan konsep jaringan karena kalau lingkungannya tidak mendukung ya sulit apapun yang kita lakukan saat mereka kembali ke realitas yang ada"
Lebih lanjut MM.Foura Yusito mengatakan
"untuk itu kami bekerja sama dengan jaringan yang tergabung dalam Guyub Rukun Bangun Desa yang terdiri para relawan dari berbagai elemen Masyarakat,pengusaha maupun LSM focus mereka adalah rekontruksi pasca gempa dimana mereka sudah lebih dulu masuk ke kampung-kampung yang terkena gempa untuk membantu masyarakat korban gempa membersihkan puing-puing bangunan"
Danik salah koordinator program humana mengatakan kepada Suara Malioboro ditempat yang sama.
"saat ini kami melakukan pendampingan di 2 dusun Sumber Lor dan Karang Banyu Urip,Kalitirto,Berbah, Sleman pendampingan kita lakukan dengan methode pendekatan PSSA ( PsychoSosial Structured Activitis) konsep bermain yang terstructur dapat diprediksi dan teratur yang memakai pembukaan ,kegiatan utama,permainan kooperatif dan penutup permainan didalam metode ini ada 5 fase rasa aman,membangun kepercayaan diri dan rasa diri mampu, narasi pribadi,kemampuan adaptasi dan perencanaan masa depan. Yang kita kemas dalam 15 sessi dan membutuhkan waktu 1 bulan diharapkan kedepan anak mampu mengatasi permasalahan tersebut tentu dengan dukungan kita sebagai orang dewasa."
Untuk mengembalikan anak dalam kondisi normal dibutuhkan kerjasama dari perbagai pihak semoga anak -anak dapat ceria kembali dengan menatap masa depan hidup anak yogya.
Suara Malioboro melaporkan
| Nama File | Jenis/Ukuran[KB] | Download | |
|---|---|---|---|
| Dibutuhkan kerjasama yang baik untuk mengembalikan anak ke situasi normal | [0] | ||
kontributor: [Radkom Suara Malioboro]
SMS 08180-438-9000
siar pesan anda

