HUJAN MENGOBATI DAHAGA TANAH KAMPUNGKU
Kendati hujan kali ini tidak sederas tahun kemarin, namun curah hujan yang ada mampu membuat tanaman dan pepohonan di kampung Ngijo kembali tumbuh rindang dan hijau kembali. Alunan lagu campur sari dari salah satu sudut kampung seakan disambut oleh burung-burung prenjak yang turut pula bernyanyi dengan kicauannya. Daun-daun yang dulu kering kini tumbuh kembali. tanah pertanian yang dulu gersang kini menjadi hamparan hijau oleh tubuh-tumbuhan aneka macam palawija.
IC Radio Tempati Studio Baru
Bantul-Jogja. Peralatan sederhana IC Radio komunitas, IC Radio kepanjangan dari Irama Cadas Cendekia berdiri pada Juni 2009 yang beralamat di dusun Bawuran II Rt 01 Rw 06 Pleret, Bantul, Yogyakarta yang didirikan secara individu modal sendiri untuk kepentingan bersama masyarakat sekitarnya. Selama kurang lebih 5 bulan bermarkas di situ, karena adanya suatu kendala akhirnya kami pindah di jalan wonosari km 7 bantul yogyakarta, tepatnya di Bumen, Gilang Baturetno Bantul.
Selintas Radio Komunitas Paworo
Dari kompleks Balai Desa Gadingsari Sanden 107,9 Mhz RADIO PAWORO BUANA MAHA WIRA FM Demikianlah yang sering di dengar SAHABAT PAWORO(Pendengar radio paworo) dari radio mereka. Radio hadiah gempa, begitu kami menyebutnya. Bukan karena ada dana dari pemerintah atau LSM/pihak lain, melainkan karena besarnya kepedulian Pendiri Radio Paworo terhadap masyarakat akan informasi yang akurat.
Srimartani FM Peduli Bencana Gempa Sumatera Barat
Radio Srimartani FM yang meupakan Radio Komunitas yang berada di Yogyakarta dan bagian dari masyarakat Indonesia langsung membentuk team aksi cepat tanggap dan posko bantuan bencana gempa bumi Sumatera barat.
Kiamat Sudah Dekat
Kita mungkin bertanya “kapan datangnya kiamat?..”. Dalam kitap-kitap suci disebutkan bahwa, kiamat merupakan akhir dari sebuah perjalanan. Baik dalam sekala kecil maupun dalam skala besar (bersamaan).
Namun bagaimanakah bila kejadian dari kiamat tersebut kita cerna dalam sebuah persepsi logika manusia. Tentunya akan banyak sekali pendapat yang timbul dengan berbagai alasan, baik itu alasan yang mudah dimengerti maupun yang tidak. Disisi lain tentunya sebagian besar masyarakat religius nggak mau mengungkit-ungkit tentang arti sebuah kiamat, karena itu adalah kuasa Tuhan.
Apapun persepsi orang, pada hakekatnya kiamat adalah akhir dari sebuah perjalanan, atau akhir dari sebuah kehidupan. Kalau hal ini yang menjadi dasar dari arti sebuah kiamat, maka bisa dibayangkan suatu yang sudah mendekati akhir (kiamat) secara normal pasti akan memberikan tanda-tanda akan berakhir. Kita ambil contoh untuk manusia yang sudah mau mendekati tutup usianya (secara normal) misalnya: keriput, sakit-sakitan, pikun, berubah bentuk/warna, rapuh, dan lain sebagainya.
Apabila hal ini kita tarik kedalam alam tempat kehidupan kita saat ini, dimana isu-isu kerusakan semakin lama semakin parah. Alam yang dulu sejuk sekarang semakin panas, alam yang dulu sangat kaya dengan sumber mata air, kaya dengan hasil hutan, kaya dengan sumber laut, sekarang tinggal sedikit dan sebagian malah sudah hilang tanpa sisa. Bencana banjir dimana-mana, kebakaran hutan, tanah lonsor, gempa bumi dan juga tsunami, ini adalah suatu pertanda perubahan, bahwa alam ini sudah semakin tua. Alam serasa sudah tidak bersahabat dan nyaman lagi untuk kita tinggali. Sudah sepantasnya kita merenungi dan mempertanyakan, “apakah alam kita mendekati sebuah akhir dari perjalanan?..” Namun sadarkah kita bahwa sumber utama kerusakan dan perubahan di alam ini adalah ulah perbuatan kita sendiri..
Beberapa ayat dari kitap suci menyebutkan “ belajarlah kita dari segala suatu kejadian yang terdapat di alam ini”. Disinilah betapa pentingnya kita interopeksi diri, mengaca pada apa yang telah kita lakukan. Kita juga semestinya tidak hanya menanyakan kenapa kerusakan terjadi dimana-mana, kenapa gempa, banjir, tanah longsor, wabah penyakit, dan lain sebagainya selalu datang secara bergatian, bahkan bersamaan. Siapa yang salah, siapa yang semestinya menjaga, siapa yang seharusnya memperbaiki.
Hamparan Tebu Yang Siap Di Panen
Kuburan yang terbengkalai, dan setengah tahap dibangun, sampai sekarang berhenti sejenak!!
Apa itu IC dan Siapa itu IC!!!
http://www.siar.or.id/content/images/1244599073.jpg
Kriteria Keluarga Miskin (GAKIN)
Program keluarga miskin ( Gakin ) diadakan Pemerintah bertujuan untuk menekan angka kemiskinan, selain itu juga untuk meringankan beban ekonomi keluarga dan mencukupi kebutuhan pokok. Program yang diadakan pemerintah timbulharjo bidang usaha ( UKM, Pinjaman lunak, Pinjaman ternak sapi dan kambing ) dan Kebutuhan pokok ( RASKIN dan BLT).
Memaksimalkan PAUD Di Timbulharjo
PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) saat ini sedang menjadi tren pendidikan di masyarakat. Program PAUD sendiri sedang gencar digalakan pemerintah untuk mewujudkan anak bangsa yang sehat, cerdas, ceria dan tangguh. Kehadiran PAUD mendapat tanggapan cukup baik dari masyarakat, khususnya di Timbulharjo. Demikian diungkapkan bendahara UPK (unit pengelola kegiatan) Kecamatan Sewon, Ibu Nana (red 21/2) saat saya temui di ruang kerjanya.
SMS 08180-438-9000
siar pesan anda

