Pola Tanam Kemitraan Dirindukan Petani
Potret kemiskinan, kebodohan, ketidakberdayaan kaum tani.
Bisa jadi itu bagian masa lalu untuk petani di Kecamatan Jalaksana. Tidak lama lagi mereka akan diakui eksistensinya sebagai bagian Asset perusahaan PT.MITRA ANEKA FOOD sebagai penyedia bahan baku tomat dan cabe dengan pola tanam kemitraan.
Rasa peduli terhadap kondisi keterpurukan petani di Kecamatan Jalaksana telah digulirkan oleh PT MITRA ANEKA FOOD. Pabrik baru pengolahan saos dan bumbu masak yang berlokasi di desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana, telah memfasilitasi acara temu wicara petani tomat dan cabe dengan pemerintah khususnya bagian pertanian. Acara tersebut dihadiri sesepuh nomor satu di Kuningan yaitu Bupati Kuningan H. Aang Hamid suganda, Dinas pertanian perdagangan dan perindustrian Kabupaten Kuningan, staf ahli LIPI jakarta, Staf kementerian pertanian pusat dari Jakarta.
PT. MITRA ANEKA FOOD dibawah pimpinan H. Hartono memfasilitasi pertemuan tersebut pada hari Kamis, 13 Maret 2008, bertempat di lokasi pabrik tersebut yang berada di Desa Babakanmulya Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Jawabarat. Acara tersebut dihadiri tidak kurang dari 350 orang undangan, termasuk dari unsur pemerintahan Kecamatan Jalaksana, pemerintahan Desa Babakanmulya, kelompok tani se-kecamatan Jalaksana dan masyarakat setempat.
Seperti tema acara tersebut yaitu "Temu usaha Bupati kuningan dengan petani tomat dan cabe se-kecamatan Jalaksana". Masing-masing kelompok tani yang mewakili desanya di Kecamatan Jalaksana memaparkan permasalahan seputar kendala dan keterpurukan masing-masing. Mereka juga berharap adanya perubahan kearah yang lebih baik setelah mengikuti acara temu wicara ini. Yang intinya Kehadiran PT MITRA ANEKA FOOD mengangkat daya beli petani di Kecamatan Jalaksana. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur PT MITRA ANEKA FOOD dalam sambutanya:"Kecamatan Jalaksana berpotensi untuk ditanami cabe dan tomat, namun melihat kenyataan pada panen raya justru harga tomat dan cabe sangat murah, sehingga petani itu merugi. Dari dasar itulah kami beserta teman-teman membentuk PT. MITRA ANEKA FOOD yang tujuan utamanya menampung hasil panen petani." yang disambut baik oleh seluruh kelompok tani perwakilan dari 14 desa yang ada di Kecamatan Jalaksana.
Sementara ini untuk mencukupi bahan baku, PT MITRA ANEKA FOOD yang setiap harinya membutuhkan 10 ton tomat dan cabe disuplai dari luar Kabupaten Kuningan. Untuk ke depanya kebutuhan tersebut harus bisa dipasok dari petani di Kecamatan Jalaksana melalui program pola tanam kemitraaan.
Dukunganpun terus bergulir kepada Camat Jalaksana, Drs. Maman Hermasyah, Msc. Yang dalam sambutanya mengatakan "semoga dengan berdirinya pabrik PT ANEKA FOOD yang hari ini akan diresmikan oleh Bapak Bupati Kuningan Bapak H Aang suganda, dapat menyerap tenaga kerja dan menampung hasil tani, sehingga dapat memperbaiki dan mengharumkan Desa Babakanmulya dan kuningan pada umumnya".
Keluh Kesah keterpurukan di kelompok tani hampir seragam berkisar di permodalan dan pemasaran. "Bagi petani apabila kemitraan ini direalisasikan, maka akan mengangkat keterpurukan usaha pertanian sekarang ini seperti dimana tomat dan cabe tidak dipanen karena harganya sangat murah" hal itu dituturkan Diding Sunardi dari kelompok tani desa Babakanmulya. Ketika diberi kesempatam pada sesion pertama untuk menanggapi rencana pola tanam kemitraan tanaman tomat dan cabe.
Sedangkan kelompok tani dari desa Sukamukti melalui juru bicaranya Ewo sangat mengaharapkan adanya bantuan modal dan bimbingan dari pemerintah serta perusahaan untuk mendapatkan hasil yang baik sesuai standar perusahaan. Sifat kehati-hatian bapak ewo merupakan pesan untuk kelompok tani lainnya bahwa pola kemitraan harus sejelas mungkin. Sehingga petani dapat mempertimbangkan faedahnya.
Lain halnya dengan Sutama perwakilan kelompok tani desa Jalaksana lebih menekankan dalam permodalan, untuk meningkatkan daya beli petani, ia mengatakan "hal yang sangat kami harapkan adalah permodalan, karena selama ini 60 % modal petani didapat dari pinjaman tengkulak sehingga harga jual sepenuhnya dikuasai oleh mereka (pemilik modal, red). Kami benar-benar menjadi pihak yang lemah dalam jual beli hasil tani kami.".
Menanggapi pertanyaan dan harapan masing-masing kelompok tani pada sesion pertama, dinas pertanian kabupaten kuningan melalui perwakilanya menyimpulkan bahwa; perlu adanya MOU atau kesepakatan kerja antara petani dengan perusahaan dalam harga cabe dan harga tomat yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Permodalan diharapkan adanya dukungan pemerintah. Varietas tanaman adalah tomat permata dan cabe varitas gondol ijo. Sedangkan bimbingan budidaya tanaman untuk menghasilkan produksi yang baik diharapkan dukungan dari Dinas Pertanian melalui PPL di wilayah setempat.
Di sesion kedua, kelompok tani Mekar Jaya II desa Sidamulya yang diwakili Mamat lebih menekankan pada tindak lanjut pola tanam kemitraan setelah pertemuan ini. Selain itu juga ia mengharapkan untuk program PPK IPM kedepanya tidak hanya pada komoditi ubi jalar seperti tahun sekarang, tetapi direalisasikan pada komoditi pertanian lainya.
Kesempatan bertanya selanjutnya diberikan kepada Ibu Kades desa Babakanmulya, Bintanningsih BA, sebagai perwakilan warga desa Babakanmulya memohon adanya perbaikan infra struktur jalan Erpah. Salah satu jalan untuk mengangkut hasil panen petani dari ladang, dan pemanfaatan sumber mata air di Cimanceng untuk mengairi lahan pertanian. Ibu kades berkeyakinan bahwa dengan diperbaikinya kedua prasarana pertanian itu akan meningkatkan hasil produktivitas petani di wilayahnya.
Masih dari desa Babakanmulya, kelompok wanita tani Mekar Harapan, melalui ketua kelompoknya Asih mengharapkan bantuan kepada pemerintah dan PT MITRA ANEKA FOOD untuk dapat membantu pamasaran hasil produksi olahan kelompoknya, sehingga pemasaran hasil produksi tidak lagi menjadi kendala kelompok tani yang dipimpinnya.
Keluh kesah, keterpurukan, nampaknya sebuah pekerjaan yang mudah apabila petani melalui kelompoknya, pemerintah daerah dan PT MITRA ANEKA FOOD memang serius dan bersinergi untuk mengangkat derajat kaum tani di wilayah Kecamatan Jalaksana, melalui pola tanam kemitraan, dalam segala jenis hasil pertanian. Temu wicara petani tomat dan cabe, juga mendapatkan perhatian dari Departemen Perdagangan dan Industri Kabupaten Kuningan.
Sebagai tanggapan wacana yang digulirkan dari setiap kelompok tani, untuk sementara ditampung dan selanjutnya dijadikan bahan kajian sehingga bisa dicarikan solusi yang pas untuk kedua belah fihak.
Selain acara temu wicara, petani di Kecamatan Jalaksana mendapat kesempatan mendengarkan pemaparan hal pertanian dari Menteri Pertanian Republik Indonenesia yang diwakili oleh staf ahli Kementerian bidang pangan, staf ahli dari LIPI. Acara pertemuan tersebut diakhiri dengan penandatanganan prasasti, sebagai peresmian produksi PT MITRA ANEKA FOOD.
Kamipun berharap segera adanya tindak lanjut untuk merealisasikan harapan petani tersebut dalam pola kemitraan, sehingga angin sorga yang dihembuskan PT MITRA ANEKA FOOD akan menjadi kenyataan, bahwa petani pahlawan pangan nasional sekarang penuh dengan gairah, karena kendala klasik pemasaran dan permodalan bukan lagi masalah. (Dari kawasan Pabrik produsen saos dan sambal PT MITRA ANEKA FOOD Babakanmulya Jalaksana Kuningan RAKOM BAINA FM menyajikan info untuk anda).
kontributor: [Rakodal fm]
SMS 08180-438-9000
siar pesan anda

